Jumat, 31 Maret 2017

— Hari Lahir Zainia


Ini sudah tahun kedua saya tidak bisa hadir di hari bahagia kamu, ini tahun kedua dimana hari-hari lebaran kita lewati tanpa bertemu, juga tahun kedua ketika malam pergantian tahun hanya kita isi dengan doa, dengan harapan-harapan yang juga ikut terbang dan meledak-ledak di langit sana, berharap kita berdua tetap baik-baik saja.

Masih segar dalam ingatan saya jabat tangan pertama kita, dan kita tahu pasti bangku belakang kelas nyatanya berubah menjadi sangat menyenangkan, tempat dimana obrolan-obrolan sederhana berubah menjadi luar biasa, angan-angan semu berubah menjadi mimpi-mimpi yang menjulang bebas di angkasa. Mungkin dulu aku dan kamu hanya dua orang biasa yang tidak saling tau, tapi takdir membawa kita pada kedekatan yang nyatanya tidak pernah kita rencanakan.

Saya tidak pernah tau bahwa bersama kamu saya berubah menjadi sosok yang lebih kuat dari sebelumya, melihat kamu saya menjadi lebih tegar dari yang pernah saya bayangkan. Dengan kamu saya tau, bahwa hidup akan terus berjalan, semuanya akan baik-baik saja, selagi matahari masih mau bertatap muka dengan semesta, maka kebahagiaan tentu dengan sabar menunggu kita.

Saya ingin berterimakasih pada setiap hujan yang mengguyur tubuh kita, betapa ia menyaksikan gelak tawa bahagia dengan riak-riak air dan bau basah tanahnya. Betapa ia dengan penuh sayang menyembunyikan luka dan air mata kita dari tertawaan dunia, memadamkan api amarah yang membakar jiwa kita, mengguyur bekas-bekas luka yang tertinggal dalam hati kita.

Saya ingin berterimakasih pada setiap kerikil dan gang-gang kecil yang kita lewati dengan kecepatan penuh, betapa disaat-saat seperti itu kita hanya tau bahwa bahagia itu mudah, betapa kita hanya tau tidak ada yang lebih menyenangkan dari ini, betapa dengan egoisnya kita tidak mau tau, sekejam dan sekeras apa dunia memperlaukan kita esok atau lusa.

Saya ingin berterimakasih pada tempat-tempat yang pernah kita datangi untuk mengisi perut kosong, pada toko-toko buku yang selama berjam-jam kita habiskan di dalamnya, pada setiap luka yang kita dapat dari benturan-benturan aspal, pada setiap piala dan piaga-piagam juara. Saya ingin kamu tau bahwa bersama kamu, saya merasakan kebahagiaan yang luar biasa.

Saya tau saya mungkin bukan temanmu yang paling baik, yang bisa menyambutmu setiap kamu pulang ke rumah Ibu, yang bisa menelponmu setiap waktu. Saya juga bukan orang yang akan bangun tengah malam untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan harapan-harapan biasa, bukan orang yang bisa mengirimimu hadiah dan surat-surat penuh doa.

Kamu tau saya lebih baik dari siapapun, kamu mengenal saya lebih dalam dari yang pernah orang lain tau. Saya juga tidak bisa memberi banyak janji. Tapi dengan segala keterbatasan yang saya miliki, saya mau selalu ada untuk kamu, setiap waktu, entah bahagia atau sedihmu, entah susah atau senangmu, entah saat dunia membanggakan atau menjatuhkanmu, entah saat kamu memiliki banyak teman atau mulai ditinggalkan, saya mau selalu ada untuk kamu.

Selain doa saya tidak punya apa-apa, kamu tau saya begini adanya. Semoga di umur yang indah ini kamu bisa mendapatkan segala hal baik yang kamu cita-citakan, semakin dekat dengan Tuhan, semakin dicintai oleh teman-teman, semoga dapat membahagiakan kedua orangtua yang tentu juga selalu mendoakan dan mencintai kamu. Saya berdoa semoga Tuhan memberikan yang terbaik di setiap jalan yang kamu tempuh, semoga di panjangkan umur dan diberkahi setiap harinya, semoga Tuhan memudahkan rezeki dan melancarkan segala urusanmu, mengabulkan segala yang kamu harapkan.

Jangan sakit.
Jangan terluka.
Jangan bersedih.
Jangan merasa kesepian.
Karena kapanpun kamu cari, saya akan selalua ada.
Jadi, teruntuk yang sangat sangat saya rindukan, selamat ulang tahun.

Dari seseorang yang bernaung di bawah langit Tangerang,
Saya merindukan kamu,
Zain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar