Ini sudah
tahun kedua saya tidak bisa hadir di hari bahagia kamu, ini tahun kedua dimana
hari-hari lebaran kita lewati tanpa bertemu, juga tahun kedua ketika malam
pergantian tahun hanya kita isi dengan doa, dengan harapan-harapan yang juga
ikut terbang dan meledak-ledak di langit sana, berharap kita berdua tetap
baik-baik saja.
Masih segar
dalam ingatan saya jabat tangan pertama kita, dan kita tahu pasti bangku
belakang kelas nyatanya berubah menjadi sangat menyenangkan, tempat dimana
obrolan-obrolan sederhana berubah menjadi luar biasa, angan-angan semu berubah
menjadi mimpi-mimpi yang menjulang bebas di angkasa. Mungkin dulu aku dan kamu
hanya dua orang biasa yang tidak saling tau, tapi takdir membawa kita pada
kedekatan yang nyatanya tidak pernah kita rencanakan.
Saya tidak
pernah tau bahwa bersama kamu saya berubah menjadi sosok yang lebih kuat dari
sebelumya, melihat kamu saya menjadi lebih tegar dari yang pernah saya
bayangkan. Dengan kamu saya tau, bahwa hidup akan terus berjalan, semuanya akan
baik-baik saja, selagi matahari masih mau bertatap muka dengan semesta, maka
kebahagiaan tentu dengan sabar menunggu kita.
Saya ingin
berterimakasih pada setiap hujan yang mengguyur tubuh kita, betapa ia
menyaksikan gelak tawa bahagia dengan riak-riak air dan bau basah tanahnya.
Betapa ia dengan penuh sayang menyembunyikan luka dan air mata kita dari
tertawaan dunia, memadamkan api amarah yang membakar jiwa kita, mengguyur
bekas-bekas luka yang tertinggal dalam hati kita.
Saya ingin
berterimakasih pada setiap kerikil dan gang-gang kecil yang kita lewati dengan
kecepatan penuh, betapa disaat-saat seperti itu kita hanya tau bahwa bahagia
itu mudah, betapa kita hanya tau tidak ada yang lebih menyenangkan dari ini,
betapa dengan egoisnya kita tidak mau tau, sekejam dan sekeras apa dunia
memperlaukan kita esok atau lusa.
Saya ingin
berterimakasih pada tempat-tempat yang pernah kita datangi untuk mengisi perut
kosong, pada toko-toko buku yang selama berjam-jam kita habiskan di dalamnya,
pada setiap luka yang kita dapat dari benturan-benturan aspal, pada setiap
piala dan piaga-piagam juara. Saya ingin kamu tau bahwa bersama kamu, saya
merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
Saya tau saya
mungkin bukan temanmu yang paling baik, yang bisa menyambutmu setiap
kamu pulang ke rumah Ibu, yang bisa menelponmu setiap waktu. Saya juga bukan
orang yang akan bangun tengah malam untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan
harapan-harapan biasa, bukan orang yang bisa mengirimimu hadiah dan surat-surat
penuh doa.
Kamu tau saya
lebih baik dari siapapun, kamu mengenal saya lebih dalam dari yang pernah orang
lain tau. Saya juga tidak bisa memberi banyak janji. Tapi dengan segala
keterbatasan yang saya miliki, saya mau selalu ada untuk kamu, setiap waktu,
entah bahagia atau sedihmu, entah susah atau senangmu, entah saat dunia
membanggakan atau menjatuhkanmu, entah saat kamu memiliki banyak teman atau
mulai ditinggalkan, saya mau selalu ada untuk kamu.
Selain doa
saya tidak punya apa-apa, kamu tau saya begini adanya. Semoga di umur yang
indah ini kamu bisa mendapatkan segala hal baik yang kamu cita-citakan, semakin
dekat dengan Tuhan, semakin dicintai oleh teman-teman, semoga dapat
membahagiakan kedua orangtua yang tentu juga selalu mendoakan dan mencintai
kamu. Saya berdoa semoga Tuhan memberikan yang terbaik di setiap jalan yang
kamu tempuh, semoga di panjangkan umur dan diberkahi setiap harinya, semoga
Tuhan memudahkan rezeki dan melancarkan segala urusanmu, mengabulkan segala
yang kamu harapkan.
Jangan sakit.
Jangan terluka.
Jangan bersedih.
Jangan merasa
kesepian.
Karena kapanpun
kamu cari, saya akan selalua ada.
Jadi, teruntuk
yang sangat sangat saya rindukan, selamat ulang tahun.
Dari seseorang
yang bernaung di bawah langit Tangerang,
Saya
merindukan kamu,
Zain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar