Uda
Adakah kau rasakan dalam doa-doaku
Kusebut Uda dalam isak tangis yang terlanjur pilu
Ketika harapan dan penantian melebur jadi satu
Pada rinai hujan yang menjelma embun subuh itu
Adakah kau dengar dalam nyanyianku
Kurindui Uda pada tiap-tiap syair lagu
Yang tenangkan gemuruh dalam risauku
Pada bau basah tanah yang diselimuti kabut pagi itu
Adakah kau tau dalam lamunanku
Wajahmu serupa langit kelabu yang berubah biru
Yang datangkan bahagia dan mengusir seluruh sendu
Pada helai daun yang gugur siang itu
Adakah kau jumpai aku dalam pejaman matamu
Dalam gelap yang aku menjadi penerangmu
Dalam buta yang aku menunjuki jalanmu
Pada hembus angin yang menyapu debu sore itu
Adakah kau hadir dalam rindu-rinduku
Menjelma dalam detak jantung yang menggebu
Yang mengalir mengisi celah-celah hampa dalam tubuhku
Pada langit yang enggan memejamkan matanya malam itu
Uda,
Diam-diam angin sore yang menerbangkan helaian daun itu menatap kita
Sebab disini ada dua hati yang telah tau pasti kemana ia akan bermuara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar