Karya ini telah diterbitkan dalam Buku Antologi Puisi ‘Indung’ Edisi I/Januari 2020
Malam telah tanak, Ibu
Tapi dari celah pintu kutemui ragamu
Hanyut dalam sujud
Khusyuk dalam rapalan doa-doa
Kudengar namaku jadi tempat seluruh harapanmu bermuara
Sedang di luar hujan turun deras sekali
Membawa rinai paling sejuk yang pernah singgah di muka bumi
Lalu, Bu
Atas nama Tuhan yang semesta bersujud ke arah-Nya
Aku mohon ampun pada rahimmu yang naungiku sembilan bulan
Aku luluh pada dadamu yang sebuhkan dahaga
Aku lantah pada pelukmu yang tepiskan derita
Aku lebur
Lepuh pada cintamu yang iringiku sepanjang usia
Ibu
Aku masih menggenggam doa-doamu
Biarpun nantinya dunia terlalu keras untuk kutaklukan
Ataupun manusia terlalu palsu untuk kujadikan teman
Aku akan selalu menggenggam doa-doamu
Sebab doamu laksana derai hujan untuk kemarau di hidupku
Dan surga milik Tuhan ada tepat di bawah telapak kakimu