Jumat, 10 Januari 2020

Dalam Derai Do'a Milik Ibuku

 

 

Karya ini telah diterbitkan dalam Buku Antologi Puisi ‘Indung’ Edisi I/Januari 2020

 

Malam telah tanak, Ibu

Tapi dari celah pintu kutemui ragamu

Hanyut dalam sujud

Khusyuk dalam rapalan doa-doa

Kudengar namaku jadi tempat seluruh harapanmu bermuara

 

Sedang di luar hujan turun deras sekali

Membawa rinai paling sejuk yang pernah singgah di muka bumi

Lalu, Bu

Atas nama Tuhan yang semesta bersujud ke arah-Nya

Aku mohon ampun pada rahimmu yang naungiku sembilan bulan

Aku luluh pada dadamu yang sebuhkan dahaga

Aku lantah pada pelukmu yang tepiskan derita

Aku lebur

Lepuh pada cintamu yang iringiku sepanjang usia

 

Ibu

Aku masih menggenggam doa-doamu

Biarpun nantinya dunia terlalu keras untuk kutaklukan

Ataupun manusia terlalu palsu untuk kujadikan teman

Aku akan selalu menggenggam doa-doamu

Sebab doamu laksana derai hujan untuk kemarau di hidupku

Dan surga milik Tuhan ada tepat di bawah telapak kakimu